Mencari Bacaan Yang Masuk Akal

Aku masih terus berselancar didunia maya mencari bacaan yang masuk akal. Akalku yang seperti hilang terbawa perasaan. Tentang beberapa kelas yang membuat merah nilai ulanganku. Kelas seorang istri, kelas seorang ibu, kelas pengasuh dan kelas seorang wanita atau janda.

Sementara berselancar, duitku tidak muat untuk memberi makan jaringan agar aku bisa hidup didalamnya. Dua teman yang aku hubungi, menentukan sikap aku bukan padanya. Tak mengapa, buatku semua baik adanya. Aku jadi lebih paham siapa diriku tanpa kalian.

Perjalananku masa kini bersama 2 orang anak kecil yang bersandar sepenuhnya. Aku berusaha membangun pikiran positif tentang rasa takut yang berlebihan. Mengenai beberapa kekurangan yang pernah menjatuhkan sampai kedasar.

Yah. Kekurangan.

Bagaimana seseorang itu bisa maju dan sukses dengan menghindari kelemahannya. Lemah dititik ketidaksadarannya karena dimanipulasi oleh sandaran rasa. Tentang rasa dan wanita lemah dititik ini.

Semalam, aku sempat berpikir berapa hal agar keadaanku nyaman. Aku berpikir si penjual sapi untuk menjadi suamiku. Tak mengapa ia telah beristri dan beranak, toh aku juga sama. Yang penting tidur malamku bisa tenang, ada yang mengusap punggung belakan dan menjaga dari usil orang luar.

Tidak penting dia harus menemaniku sepanjang hari, 3 hari berlalu dan 1 malam untukku sudah cukup. Asal aku tenang terlindungi.

Tentang dia, sempat terpikir kesana tapi hanya 1 kebaikan dan 9 keburukan yang menutupi akal, Hanya karna aku masih sayang, sementara Rasa itu tidak cukup. Aku tidak mampu melayani keegoisannya. Menganggap kami pelayan atas dia. Sementara tidak ada imbal balik kecuali dia menginginkannya. Terlalu!

Bacaan yang menarik adalah bacaan yang membangun rasa percaya diri. Yang bisa membangkitkan kembali keinginan berjuang, melepas diri dari hayalan yang membatasi gerak.

Tapi, semua orang ramai bercerita tentang isis. Sekali lagi aku macet di keluar halaman, lagi-lagi isis. Sementara yang aku mengerti, aku harus menjalani ini karena mereka, 2 putraku.

Comments

Popular posts from this blog

Periksa Darah Di Apotik Budi Jalan Protokol Sentani Doyo

Hari Pertama Sakit Tanpa Siapa Dirumah